Redaksi

Peta situs

Internasional

Nasional

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Entertain

Entertainment

Healthy Info

Zone

Portfolio

Politik

Pemkot Bitung Gelar Sosialisasi SIMDA Berbasis Akrual

BitungVoice - Pemerintah Kota Bitung melaksanakan kegiatan sosialisasi Penggunaan Simda Keuangan Akrual Basis Versi 2.7 R3 dan Proses Pengelolaan Keuangan Daerah di Balai Pertemuan Umum Kantor Walikota Bitung, Kamis (15/1).  Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD) Kota Bitung, dan dihadiri langsung oleh Walikota Bitung Hanny Sondakh. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Bitung, Drs Edison Humiang, M.Si, para Asisten Setda, dan peserta sosialisasi.

Sondakh saat sosialisasi SIMDA versi 2.7 (Hms)
Di hadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari para kepala SKPD dan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan dari semua SKPD yang ada di lingkup Pemkot Bitung, Sondakh meminta agar para peserta sosialisasi harus bersungguh-sungguh, agar setelah mengikuti sosialisasi ini dapat diterapkan Akuntansi Akrual dalam penyusunan laporan keuangan SKPD dan dapat mengimplementasikan SIMDA 2.7 di SKPD masing-masing dengan benar.

Khususnya bagi para kepala SKPD  Sondakh menegaskan agar harus benar-benar mengerti Penggunaan Simda Keuangan Akrual Basis Versi 2.7 R3 sehingga Proses Pengelolaan Keuangan di masing-masing SKPD berjalan dengan baik. “Bukan hanya bendahara saja, tapi semua kepala SKPD harus tahu penggunaan SIMDA yang baru ini,” ujarnya.

Sementara itu bagi Kepala SKPD yang mampu dan benar-benar menguasai penerapan SIMDA versi 2.7 berbasis Akrual dan segera mengimplementasikannya, Sondakh berjanji akan segera menaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada SKPD terkait. “Tujuannya untuk memotivasi dan menyemangati semua SKPD agar benar-benar menguasai penerapan sistem yang baru ini sehingga  tertib administrasi pengelolaan keuangan dapat tetap kita pertahankan,” pungkasnya. (BV03)

Lomban Promosi Potensi Investasi di Bitung

BitungVoice - Wakil Walikota Bitung, Maxmillian J.Lomban,SE,MSI, melakukan promosi tentang potensi dan peluang berinvestasi di Kota Bitung, saat menerima kunjungan Investor asal Negara China, di Rumah Dinas Walikota Bitung, Kamis (15/1).

Lomban saat menerima kunjungan investor China (Hms)
Turut mendampingi Lomban menerima kunjungan enam investor asal China itu yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bitung, Benny Lontoh dan Kepala Bappeda Kota Bitung, Albert Sarese, serta Kepala Bappeda Provinsi Sulut bersama jajarannya.

Usai melakukan pertemuan di Rudis Walikota, Lomban mengajak Du Fei bersama rombongan untuk memantau berbagai mega proyek yang dikelola Pemerintah Kota Bitung seperti Pelabuhan Peti Kemas (International Hub Port) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Konektivitas Jalan Tol.

Enam investor asal China itu dipimpin Mr. Du Fei yang merupakan Wakil President China Road and Bridge Coporation (CRBC) yang bergerak sebagai perusahaan internasional global yang terlibat dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur besar dan bisnis investasi serta pembangunan jalan dan jembatan.

Lomban saat menerima kunjungan investor China (Hms)
Dalam percakapan Du Fei menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya. “Kami ke Kota Bitung guna melakukan pemantauan dan ingin melakukan kerjasama dalam investasi pembangunan terutama bidang infrastruktur, sebab kami merupakan manajemen pembangun proyek-proyek yang sangat baik dan kami menyiapkan merek berkelas dalam pembuatan pembangunan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Lomban sangat mengapresiasi kunjungan rombongan CRBC. Serta, berkomitmen untuk mengadakan kerjasama, sekaligus memaparkan segi potensi dan peluang investasi dimana kami memiliki informasi dasar yang dibutuhkan untuk meningkatkan dukungan investasi terutama dalam bidang pembangunan. “Dan ini merupakan peluang bagi Kota Bitung dalam upaya peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya. (BV03)

Maia ke Dul: Kamu Kok Mirip Banget Ayah Kamu, Nyebelin!

BitungVoice - Penyanyi Maia Estianty senang bisa tinggal bersama anak bungsunya, Dul. Hari berganti hari, ia bisa langsung melihat tumbuh kembang anak bungsunya, Maia pun menilai Dul mirip dengan ayahnya, Ahmad Dhani.


Dikatakan Maia, secara fisik Dul punya kesamaan dengan Dhani. Namun ada beberapa hal yang berbeda antara Dul dengan Dhani.

"Mukanya Dul tuh yang mirip banget sama ayahnya, dari ekspresinya juga. Tapi, hatinya melow. Kadang kalau nyisirin Dul suka ngomong, kamu ini kok mirip banget sama ayah kamu, nyebelin," ujar Maia, saat tim kreatif 'Rumpi No Secret' menghubunginya via telepon, Rabu (14/1/2015).

Maia sendiri juga akui banyak perubahan yang terjadi dalam diri Dul semenjak tinggal bersamanya. Salah satunya dari segi ibadah.

"Dia solatnya nggak pernah ditinggal. Dia jadi makin pinter. Semoga dia jadi orang pinter di dunia dan di akhirat," paparnya. (dtc/com)

Pemkot Bitung Akan Serahkan RP 10,425M Bantuan Hibah

BitungVoice – Pemerintah Kota Bitung akan menyerahkan bantuan dana hibah kepada masyareakat di Kota Bitung sebesar Rp 10,425 Milyar. Hal ini terungkap tatkala Walikota Bitung, Hanny Sondakh, memberikan pengarahan tentang penyerahan dana hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada penerima bantuan hibah untuk tahun 2015 ini, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Walikota Bitung, Rabu (14/1).

Pemkot Bitung saat pengarahan tentang bantuan hibah (Hms)
Saat memberikan arahan tentang bantuan hibah ini, Sondakh didampingi Sekretaris Daerah Kota Bitung, Drs. Edison Humiang,M.Si dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD) Kota Bitung, Frangky Sondakh,SE.Ak, M.Si.

Sondakh menyampaikan bahwa penerima hibah tahun ini ialah yang telah memasukkan proposalnya tahun lalu dan sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2015 dan akan dicairkan paling lambat bulan ini. “Penyerahan dana hibah ini serta merta bukan kewajiban Pemerintah Kota. Namun berdasarkan keputusan dan peraturan dari pusat, serta tersedianya anggaran keuangan daerah,” ujarnya.

Penyerahan dana hibah sengaja dipercepat untuk membantu percepatan pergerakan ekonomi di Kota Bitung. Untuk itu, Sondakh menyarankan apabila dana hibah ini sudah diterima agar segera digunakan untuk pembangunan rumah ibadah dan lainnya sesuai dengan peruntukannya. “Dalam pelaksanaan pembangunan rumah ibadah dimintakan memakai tenaga kerja dari daerah sendiri dan penggunaan dana hibah ini harus sesuai dengan prosedur dan dibuat laporan pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Humiang menyampaikan bahwa setelah menerima bantuan ini agar segera direalisasikan seperti yang sudah dijelaskan oleh Walikota Bitung tadi. Dimana, dana hibah harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan setelah itu dibuat laporan pertanggungjawabannya sebagaimana mestiny. “Kami mintakan kepada penerima dana hibah untuk membuat laporan pertanggung jawaban setelah dana ini digunakan dalam pembangunan rumah ibadah,  paling lambat dimasukkan pada bulan ketujuh karena dari laporan ini juga akan dipertanggungjawabkan kepada BPK nanti,” terangnya.

Menurut konfirmasi dari Kepala BPK dan BMD Kota Bitung bantuan dana hibah yang bersumber dari APBD dengan nilai Rp. 10.425.000.000, yang akan diserahkan kepada 92 penerima bantuan hibah yang terdiri dari gereja, masjid, organisasi dan non organisasi. “Pada hari ini diadakan pendataan dengan pemasukkan formulir penerima dana hibah,“ tutup Frangki Sondakh. (BV03)

Lomban : Pala-RT Bermasalah Akan Diganti.

BitungVoice - Wakil Walikota Bitung M.J Lomban menegaskan bahwa Kepala Lingkungan (Kaling/Pala) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang tidak mengindahkan Pakta Integritas akan diganti.

Lomban saat lantik Pala dan RT di Lembeh Utara (Hms)
Hal tersebut dikatakan Lomban melalui arahan setelah melantik 27 orang Pala dan 61 orang RT se-Kecamatan Lembeh Utara, di Lapangan Kantor Camat Lembeh Utara, (Rabu 14/1). Pelantikan ini turut disaksikan anggota DPRD Bitung, pihak TNI dan Polri serta sejumlah SKPD dan masyarakat dan undangan.

Ditambahkannya, Pala dan RT harus menaati UU Nomor 25 Tahun 2005 tentang pelayanan publik mengenai wujud pemerintahan yang efektif, efisien transparan dan akuntabel serta berorientasi pada disiplin dan peningkatan kinerja.

Pelantikan juga diwarnai dengan penadatanganan Pakta Integritas berdasarkan Surat keputusan Camat Lembeh Utara, Lady Ambat,SSTP dengan Nomor 188/KEP-LEMBUT/16/2015.

Selain itu, Lomban pula meminta Pala dan RT untuk menjadi cermin Pemerintah dalam upaya menyampaikan dan mensosialisasikan berbagai program kemasayarakatan yang bertujuan baik. “Juga harus mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah,” pungkasnya. (BV03)

Kakauhe Nilai Supit Kekanak-kanakan

BitungVoice - Ketua DPRD Bitung, Laurensius Supit kembali menjadi sorotan sejumlah kalangan. Kali ini datang dari para aktivis lembaga swadaya masyarakat dan kalangan jurnalis. Sikap dan perilaku yang ditunjukkan seorang Laurensius Supit yang sering disapa Ko Jef, dinilai belum mencerminkan seorang pimpinan lembaga yang terhormat seperti DPRD.

Sanny Kakauhe
Apa pasal? Dalam beberapa kesempatan, agaknya Supit yang dikenal berlatarbelakang sebagai pengusaha (pedagang), tak jarang mengumbar-umbar apa yang telah diperbuat atau diberikan kepada relasinya, sehingga terkesan kurang profesional dan seperti kekanak-kanakan.

“Apa yang sudah diperbuat untuk kebaikan orang atau relasinya, sebaiknya tidak diumbar-umbar atau dipamer-pamerkan kepada orang lain apalagi kepada publik. Jangan kekanak-kanakan,” ungkap pentolan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Sanny Kakauhe.

Menurut Kakauhe, sebagai politisi, sebaiknya semakin intens membangun relasi-relasi yang dapat mendukung karir politik serta mendukung komitmen kerakyatan yang menciptakan iklim yang lebih nyaman. “sebab membangun relasi-relasi yang positif itu sangat penting bagi seorang politisi jika ingin sukses dalam karir. Hal ini sangat berlainan dengan dunia bisnis yang sangat menekankan pada take and give,” ujarnya.

Laurensius Supit
Laurensius Supit dikonfirmasi melalui ponselnya, mengaku kaget dengan kabar tersebut. Bahkan dirinya merasa heran, jika ada isu yang hendak menyudutkan dirinya terkait relasi dengan semua pihak.

“Tidak benar itu, justru saya sekarang sedang membangun relasi, membangun hubungan baik dengan semua elemen masyarakat, tak terkecuali masyarakat kecil, apalagi dengan teman-teman aktifis LSM dan wartawan. Mereka itu semua teman baik saya,” jelasnya.

Supit mengaku, justru pada beberapa waktu terakhir ini dirinya sempat dihantam berbagai gelombang dan tantangan yang hendak menguji dirinya sebagai pimpinan dewan. “Tetapi saya tetap tegar, meski dihantam gelombang, saya tersenyum dengan semua orang terutama diinternal dewan dan kawan-kawan aktifis dan wartawan. Jadi itu semuahanya isu yang hendak menguji dan menyudutkan saya,” pungkasnya. (BV02)

Camat dibidik, Lurah Angkat Bicara

BitungVoice – Camat Madidir, Jane Wauran, dibuat pusing tujuh keliling dengan adanya pemberitaan miring pada dirinya oleh salah satu media cetak lokal. Antara lain isi berita dimaksud menyebutkan Wauran dinilai tidak memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam menjalankan roda pemerintahan di Kecamatan Madidir.

Jeferson Pukoliwutang,SH
Tentu saja, pemberitaan yang bersifat sepihak ini, ditanggapi dengan serius oleh bawahannya. Salah satunya yang berani angkat bicara adalah Lurah Kadoodan, Jefferson Pukoliwutang,SH. Dalam keterangannya kepada BitungVoice, Selasa (13/1), Pukoliwutang menilai Wauran memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik dalam wilayah administratif Kecamatan Madidir.

“Pemberitaan seperti itu sifatnya hanya menyudutkan serta memberikan pencitraan buruk kepada Camat kami. Dan kami selaku bawahannya merasa pantas untuk angkat bicara tentang itu. Dalam pandangan kami, selama ini beliau menjalankan pemerintahan di Kecamatan Madidir dengan sangat baik, dan tidak ada masalah yang terjadi. Sehingga, pemberitaan itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, terangnya, dalam memuat sebuah pemberitaan, media cetak lokal dimaksud sedianya melakukan klarifikasi dengan oknum yang bersangkutan, sehingga pemberitaan yang dimuat media itu pun memang berimbang.

“Yang ingin kami tegaskan, media seharusnya memuat sebuah pemberitaan yang berimbang. Tepatnya ada klarifikasi dari oknum yang diberitakan. Sehingga, masyarakat yang mengkonsumsi pemberitaan dimaksud, mengerti bahwa ada klarifikasi dari yang bersangkutan,” pungkasnya. (BV02)
Select Menu