BitungVoice - Adanya kegiatan
pembuangan limbah sisa produksi kelapa keluar lokasi pabrik, tepatnya ke
saluran irigasi, akhirnya disoroti warga. Salah satu warga Tanjug Merah, Steven
Rumayar, menyuarakan agar pihak PT Tritis International tidak membuang limbah
sisa hasil olahan seenaknya saja.
| Steven Rumayar (KM) |
"Bayangkan saja
kalau limbah hasil olahan ini dibuang ke saluran irigasi. Akibatnya, hasil
olahan itu akan melimpah ruah ke atas jalanan. Bahkan, beberapa kali warga
menyuarakan masalah ini kepada pihak perusahaan, tetapi kami tidak pernah
digubris," tegasnya.
Salah satu saluran
irigasi alami, yang berada tepat di bawah lokasi pabrik, sering digenangi dengn
limbah olahan dimaksud. Bahkan, sudah ada warga yang protes karena limpahan air
genangan ini memasuki lahannya. Namun, lagi-lagi aksi protes itu tidak digubris
sama sekali oleh perusahaan dimaksud.
| Irigasi alami yang sering menampung limbah PT TI (KM) |
"Sayang sekali
tidak terjadi hujan. Kalau musim hujan, luapan genangan itu bisa merusakkan
bukan saja jalan, terlebih lahan warga yang berada di sepanjang bantaran
irirgasi alami ini," terangnya.
Ditambahkannya,
beberapa waktu lalu pihak kepolisian sempat mem-police line saluran irigasi
tempat pembuangan limbah dimaksud, hingga perushaan itu menghentikan sementara
waktu proses produksi. Entah kenapa, terangnya, tindakan serupa kembali
dilakukan perusahaan dimaksud. Hingga berita ini
diturunkan, belum ada keterangan resmi pihak manajemen PT tritis International
terkait pencemaran lingkungan itu. (BV02)