BitungVoice – Kenaikan
tarif BBM sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Tetapi yang disayangkan oleh
sebagian sopir angkot adalah tidak antisipatifnya Kepala Dinas Perhubungan Kota
Bitung atas kenaikan tarif BBM ini, khususnya yang akan berdampak pada kenaikan
tarif penumpang, baik pelajar maupun penumpang umum.
Ruddy Rooroh adalah salah satu sopir
yang menyuarakan tentang tidak antisipatifnya kadis Perhubungan Kota Bitung,
Oktavianus Kandoli, pada dampak kenaikan tarif BBM ini. Hal ini diungkapkannya
kepada BitungVoice, sesaat setelah memasukkan keluhan dan aspirasi para sopir
kepada DPRD Kota Bitung, Jumat (21/11).
| Ruddy Rooroh |
Menurutnya, ada perbedaan mencolok
antara Kadis Perhubungan Kota Bitung saat ini, yakni Kandoli, dengan mantan
Kadishub lama, yakni Rahel Rotinsulu. Dimana, Rotinsulu dinilai memiliki sikap
antisipatif atas kenaikan tarif BBM dengan mengumpulkan stakeholder perhubungan
yang ada dalam sebuah forum untuk membahas dampak kenaikan tarif BBM seperti
kenaikan tarif angkutan kota maupun AKDP dan AKP hingga tarif angkutan perahu.
“Semua stakeholder yang ada beliau
undang dan kumpulkan untuk duduk berembuk bersama guna mencari jalan keluar
terbaik atas masalah kenaikan tarif BBM dan dampaknya, khususnya kenaikan tarif
BBM. Itu dilakukan sebelum kenaikan tarif dilakukan pemerintah pusat. Sesudah diumumkan,
seluruhnya diundang lagi untuk membahas kenaikan tarif angkot dan lainnya. Yang
terjadi, Kadishub sekarang justru tidak melakukan itu. Justru setelah kenaikan
tarif diumumkan pemerintah pusat, dua hari sesudahnya baru Kadishub mulai
melakukan penetapan tarif angkutan. Itupun tidak melibatkan kami selaku sopir
yang berinteraksi langsung di lapangan. Tindakan seperti ini sangat kami sayangkan,”
tegasnya.
Menurutnya, selaku pemangku
kebijakan perhubungan, Kandoli harus melibatkan berbagai stake holder terkait,
khususnya tentang tarif penumpang angkot, untuk duduk dalam sebuah forum dan
membahas jalan keluar yang terbaik, sebagaimana yang dilakukan Kadishub Kota
Bitung sebelumnya yakni Rotinsulu. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada
konfirmasi Kandoli atas keluhan para sopir dimaksud. (BV01)