Entertain

Entertainment

Healthy Info

Zone

Portfolio

Politik

» » » » » HUT Emas, Nelayan Minta Kado Ke Sarundajang

BitungVoice - Menggenapi usia ke-50 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Selasa 23 September 2014, berbagai perencanaan pembangunan di berbagai sektor terus digiatkan untuk peningkatan kesejahteraan warga Nyiur Melambai secara merata. Di tengah kebahagiaan emas ini pula masih banyak persoalan sampai ke daerah yang belum mendapat solusi terutama status dan batas wilayah.

Kemudian lebih menarik lagi yakni nasib para nelayan serta pengusaha perikanan di daerah pesisir wilayah kepolisian Sulawesi Utara. Dengan Hari Jadi ke-50, nelayan-nelayan meminta kado kepada Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundajang, supaya menindaklanjuti keluhan masyarakat pesisir yang tengah kesulitan mengembangkan usahanya. Ada beberapa perwakilan nelayan berani angkat bicara mengenai persoalan-persoalan, baik dimulai dari perencanaan, pengadaan, pengurusan ijin, melaut, BBM dan lain sebagainya.

Hanny Sondakh
Walikota Bitung, Hanny Sondakh, adalah publik figur yang beranjak dari usaha perikanan tangkap. Sudah puluhan tahun bergelut di bidang usaha perikanan mulai dari jaring pajeko hingga bisa mendirikan pabrik. Sondakh meminta adanya kesetaraan pendapatan nelayan kecil. Para nelayan Pulau Lembeh mengeluhkan bahwa mereka lebih takut aparat daripada takut gelombang laut angin selatan. Rancangan Undang-undang tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan pun mempertanyakan asuransi mengenai jiwa atau sarana prasarana perahu atau kapal ikan.

Hamdi Yani salah satu nelayan kepulauan Sangihe mempertanyakan hukum terhadap ijin pertambangan di daerah pesisir pulau-pulau. Dimana dampak dari aktifitas tambang tersebut membuat ikan-ikan mulai mengalami evolusi dan tak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Kemudian diminta adanya penanganan khusus status warga asing sebagai anak buah kapal atau nelayan yang akrab disebut Sanger Filipina (Safi). Begitu pula ikan-ikan lokal dari daerah Sangihe dan Talaud lebih banyak bermigrasi ke negara tetangga Filipina karena di daerah kepulauan ini tidak terdapat tempat pengelolahan ikan yang ada hanya pasar kecil dengan harga di bawah standar.

Di Kota Bitung area pesisir dari Tanjung Merah sampai Aertembaga bakal hilang tempat tambatan dan labuh perahu, terlebih dengan adanya pengembangan berbagai program nasional seperti KEK, IHP, jalan tol dan lain sebagainya.

Jefri Sagune
Ketua Himpunan Pengusaha Kecil Nelayan (Hipken) Bitung, Jefri Sagune, mengungkapkan juga zona-zona perairan belum ditetapkan, menyebabkan nelayan takut menangkap ikan di Selat Lembeh dan sekitarnya.

Sementara itu, Nabsar Badoa anggota DPRD Kota Bitung yang juga berlatar belakang pengusaha perikanan, meminta Pemerintah melihat berbagai pembantaian nelayan dan kapal perikanan yang mengakibatkan perusahaan bangkrut dan tenaga kerja yakni ABK kehilangan pekerjaan.

Anggota DPRD Sulut perwakilan Bitung dan Minahasa Utara, Noldy Lamalo, mengungkapkan batas-batas kewenangan tiap daerah,salah satu contoh kapal-kapal ikan dari kota Bitung tidak bisa menangkap ikan di laut Maluku. Apabila hal ini harus dipaksakan maka pengusaha bersangkutan harus mengurus ijin baru memakan waktu panjang.

Sementara Bupati Bolaang Mongondow, Salihi Mokodongan, dalam  keterangannya kepada warftawan, meminta Pemprov Sulut dan Pemerintah Pusat dapat memberikan asuransi bagi nelayan. Juga ada masalah kesulitan perijinan alias belum ada transparan dari Dinas Perikanan Kelautan dan Dinas Perhubungan.

Salihi juga mengungkapkan nelayan tidak kaget persoalan BBM dengan variasi harga mencapai Rp20 ribu/l. Tetapi yang sangat dikeluhkan yaitu pembatasan pasokan BBM subsidi dan pengadaan dermaga sebagai lokasi penambatan perahu.

Nelayan Batu Putih, Kecamatan Ranowulu, David Katang, secara tegas membeberkan bahwa sebagian kebijakan pemerintah justru menghambat pemberdayaan nelayan. Banyak bantuan dari Pemerintah lewat APBN, APBD Provinsi dan tingkat Kota dan Kabupaten justru banyak yang tidak tepat sasaran. Malah sering bantuan tersebut bukan untuk nelayan tetapi dikorupsi oleh orang-orang yang dikenal dekat dengan birokrasi yang status kependudukannya bukan nelayan.

Untuk itu Katang memohon kepada Sarundajang sebagai Gubernur Sulut kedua kalinya dan lama menjabat sebagai walikota Bitung mampu memberikan yang terbaik untuk nelayan sebagai omset kedua terbesar di Republik ini. (BV02)

Unknown

Alamat : Jalan Kesembuhan Nomor: 06, Pinaesaan, PLAZA MANADO - Sulawesi Utara PO BOX Manado: 8870 "Biographical Info"No Hp : 085243012124 (Adi) 085342327812 (Darma)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Select Menu