BitungVoice – Gara-gara
lingkungannya keseringan menerima abu dan debu serta bau tak sedap yang
ditimbulkan dari limbah, warga Madidir Unet, Kecamatan Madidir, menyuarakan
agar PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) untuk lebih sigap dalam menangani limbah
yang dihasilkan perusahannya.
| penampungan limbah yang hanya dipisahkan tembok tanpa atap |
Pasalnya, penumpukan limbah hasil
olahan dalam lingkungan PT MNS, justru menjadikannya sebuah malapetaka bagi
warga yang berdomisili di sekitar perusahaan dimaksud. Angin yang berhembus
membawa butiran debu yang akhirnya jatuh menimpa perumahan warga dan
menyebabkan lingkungan perumahan warga diwarnai debu hitam hasil limbah olahan.
“Kami sudah beberapa kali menyuarakan
masalah ini kepada pihak perusahaan, tapi tak pernah digubris. Beberapa warga
kami bahkan sering kedapatan sesak nafas dan pusing-pusing karena hujan debu
dan menghirup bau tak sedap yang berasal dari perusahaan. Sayangnya, sampai
sekarang kami tak pernah ditanggapi oleh perusahaan,” demikian ungkap seorang
tokoh masayarakat Madidir Unet, Yan Kalalo, kepada BitungVoice Selasa
(23/9).
Selain kepada pihak perusahaan,
pihaknya juga sudah melaporkan masalah ini kepada pihak Pemerintah Kota Bitung
melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sayangnya, lembaga dimaksud pun seolah
tak bergeming dengan keluhan wearga yang sudah dimasukkan baik secara lisan
maupun tulisan.
Selain itu, Kalalo juga menyuarakan
tentang bentuk penampungan oleh pihak perusahaan yang hanya berupa tembok
semata. Karena menurutnya penampungan sebaiknya beratap dan tidak ada rongga
udaranya, sehingga tidak menyebar ke perumahan warga saat ditiup angin.
Lebih jauh Kalalo meminta
agar seluruh aparat pemerintah yang berwenang dalam masalah seperti ini,
memberikan perhatian serius atas masalah yang sementara dihadapi oleh
masyarakat, khususnya yang berdomisili di sekitar perusahaan yang sering
menimbulkan polusi itu. (BV01)