ilustrasi
BitungVoice - Anda pernah dengar
tentang "flesh-eating bacteria" atau bakteri pemakan daging yang
menyerang warga Florida dan ibukota lain di musim panas ini. Meskipun, bakteri
itu tidak benar-benar memakan atau menggerogoti daging manusia tetapi proses
masuknya ke tubuh manusia bisa terjadi lewat kebiasaan sehari-hari.
Ya, Vibrio vulnificus adalah bakteri alami yang
hidup di air asin hangat dan menyerang manusia yang mengonsumsi ikan setengah
matang. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh manusia melalui kulit. Telah
dilaporkan ada empat orang yang terinfeksi di Texas pada tahun ini, diikuti 13
orang di Florida, 6 orang di Maryland, dan di Mississippi ada 10 orang.
Kasus paling ekstrem, menurut data dari Centers of Disease Control and Prevention (CDC) bakteri ini bisa menyebabkan infeksi pada darah dan berakibat fatal karena ada kemungkinan untuk mengamputasi korbannya.
"Tapi, memang ada satu bakteri yang diklasifikasikan secara teknis sebagai 'pemakan-daging'," ujar Rajal Mody, epidemologi dari CDC's Division of Foodborne, Waterborne, and Environmental Diseases. Banyak spesies dari bakteri Vibrio ini dikenal menyebabkan penyakit di manusia. Korbannya diketahui sebanyak 80.000 orang sakit, 500 orang dibawa ke rumah sakit, dan 100 orang meninggal setiap tahun di Amerika Serikat.
Perbedaannya adalah bakteri pemakan daging ini menyerang jaringan di sekitar otot, lemak, jaringan darah, dan saraf. Vibrio vulnificus, di sisi lain, masuk ke aliran darah dari kulit dan saluran pencernaan. Lalu, bakteri ini bisa menyebabkan kerusakan organ dan menyebabkan kulit menjadi pucat dan seperti rusak.
Vibrio vulnificus dapat hidup air dengan temperatur hangat dan dapat semakin banyak tingkatnya pada saat musim panas. Jadi, Banyaknya bakteri ini tergantung dari berapa panas cuaca di pantai. Ini menambah ketakutan masyarakat akan bakteri ini.
CDC memperkirakan bahwa saat ini di Amerika ada 95 kasus Vibrio vulnificus setiap tahun, termasuk 85 orang dirawat di rumah sakit dan 35 meninggal. Biasanya, bakteri ini menjadi bahaya kesehatan selama musim panas, dengan 85% infeksi terjadi antara Mei dan Oktober. "Nah, yang paling berisiko terkena sakit hingga kematian dari Vibrio vulnificus adalah orang dengan sistem imun yang lemah atau orang yang menderita sakit liver kronis," ujar Modi.
Gejala ringan yang
disebabkan oleh bakteri ini adalah diare, muntah, dan sakit perut. Beberapa
orang mungkin tidak menunjukan tanda-tanda dari infeksi ini. Dampak dari
bakteri ini tidak langsung terasa, biasanya beberapa jam atau beberapa hari
setelah Anda memakan ikan mentah atau terpapar langsung dengan air yang
terkontaminasi.
"Penanganan
cepat sangat dibutuhkan. Jika seseorang memakan kerang mentah, terutama dalam
porsi besar, atau berenang di laut dan menyadari kulit yang semakin pucat dalam
waktu cepat, sangat penting untuk mendapatkan penanganan. Angka kematian akan
bertambah jika penanganannya tidak dilakukan pada gejala pertama," terang
Modi.
Seperti dikutip dari
CNN, Sabtu (9/8/2014), Florida, Texas, dan Maryland menjadi daerah dengan
paling banyak korban terinfeksi bakteri ini. Tahun 2003, Departemen Kesehatan
Florida melaporkan telah ada 11 korban meninggal dan 41 pasien terinfeksi
karena bakteri ini. Texas melaporkan 15 sampai 30 kasus sudah berkembang
berkali-kali lipat.
California mengambil
langkah pada tahun 2003 untuk mengurangi risiko kesehatan akibat bakteri, yakni
dengan membuat langkah regulasi yang ketat. Regulasi ini diberlakukan pada
penjualan kerang mentah yang dipanen dari Gulf Coast selama bulan-bulan hangat,
tepatnya saat bakteri sedang berkembang lebih banyak.Pada tahun 2013, peneliti
dari CDC dan Departemen Kesehatan Masyarakat di California mengatakan jika aksi
ini sangat berkolerasi untuk mengurasi angka kematian dan sakit. Mody
mengatakan, berdasarkan data ini bisa diasumsikan jika kerang yang dipanen oleh
Gulf di Mexico antara April dan Oktober memang memiliki tingkat bakteri yang
tinggi.
Sebagai tambahan, CDC
merekomendasikan untuk menggunakan sarung tangan saat menangkap ikan dan
memasaknya saat akan dimakan. Untuk pengunjung pantai dan pelabuhan, jika
mempunyai masalah terhadap kulit dan luka di kulit, jangan sampai terpapar
langsung air payau hangat jika tidak ingin berisiko terinfeksi. (*/detik.com)
