BitungVoice – Kota Bitung
kembali mengukir prestasi gemilang dengan adanya kunjungan Asia Pasific Energy
Research Center (APERC) Low Carbon Model Town (LCMT) Task Force Jepang. Pasalnya,
usai kedatangan tim ini, Kota Bitung bisa dipastikan mewakili Indonesia sebagai
kota dengan emisi karbon terendah.
Kunjungan duta
APERC LCMT ini diterima langsung Walikota Bitung, Hanny Sondakh, didampingi
Wakil Walikota Bitung, Maxmilian J. Lomban, bersama-sama dengan Sekertaris
Daerah Kota Bitung, Drs. Edison Humiang,M.Si, Rabu (6/8). Selain itu, duta
APERC LCMT juga didampingi tim Departemen ESDM Jakarta.
Lomban dalam
kesempatan itu menjelaskan bahwa maksud kedatangan tim ahli APERC tidak lain karena
kota Bitung merupakan kandidat LCMT yang akan mewakili Indonesia setelah
Surabaya dan Tomohon mengundurkan diri sebagai kandidat LCMT for Indonesia.
Penerapan Kota
Bitung menjadi percontohan kota rendah karbon dengan pendekatan yang
efektif tentang bagaimana untuk mengembangkan kota dengan emisi karbon rendah
atau yang dikenal dengan Low Carbon Model Town (LCMT). “Mereka (Tim ahli APERC)
akan melihat kondisi Kota Bitung terkait dengan tingkat penggunaan emisi CO2
dengan meninjau lokasi industri yang ada antara lain beberapa pabrik pengolahan
ikan, Terminal Peti Kemas Bitung, dan lokasi yang akan dijadikan Kawasan
Ekonomi Khusus,” ujarnya.
Menurutnya, Bitung
layak dan sangat cocok dalam mengembangkan konsep kota rendah karbon karena
dari 21 negara yang terdaftar dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
sudah ada beberapa kota yang menjadi percobaan Low Carbon City misalnya saja Kota
Tianjin dari China dan Okinawa dari Jepang, tapi dengan kategori kota wisata
dan kota komersial bukan untuk kategori kota Industri.
Setelah
melihat keadaan Kota Bitung saat ini, duta APERC LCMT berpendapat kota ini
sangatlah tepat untuk dikembangkan menjadi LCMT kota Industri pertama kawasan
Asia Pacific. Hal ini disampaikan oleh Chrisnawan Anditya yang merupakan APERC Researcher
Senior sesaat setelah tim selesai melakukan peninjaun lokasi.
Hasil dari
kunjungan kali akan dievaluasi sebagai input/analisis dan selanjutnya tim akan
kembali lagi untuk melaksanakan Feasibility Study APEC Low Carbon Town
Project yang dalam pelaksanaanya akan dibiayai sepenuhnya oleh APEC
APERC.
Tim APERC yang
dipimpin oleh Dr. Kazutomo Irie, bersama Masato Takahashi, Manager di Hitachi,
Ltd. juga sebagai LCMT Task Force Japan, Takashi Otsuki sebagai APERC
Researcher.
Dalam
peninjauannya tim APERC LCMT didampingi Kepala Bappeda Kota Bitung, Audy
Pangemanan, bersama dengan Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu
(KAPET) Manado-Bitung, yakni Dr. Magdalena Wullur dan Alfa Tumbuan,Ph.D,
serta Staf Fungsional Bapedda Provinsi Sulawesi Utara, Henrieette Jacoba
Roeroe,M.Sc. (BV02)
