BitungVoice – Meramaikan perayaan
hari lahirnya Juru Selamat manusia, komisi remaja Jemaat GMIM Mahanaim Wilayah
Bitung Satu, menggelar ibadah pra natal. Acara ibadah Natal ini dihadiri oleh
Wakil Ketua BPMJ GMIM Mahanaim Wilayah
Bitung Satu, Pnt Yan Sakati,S.Pd, Ketua Komisi Remaja GMIM Wilayah Bitung Satu,
Raymon Lumikai,S.AP, Ketua Komisi Remaja Jemaat GMIM Mahanaim, Pnt Marnix Sony
Salindeho,S.Sos dan Pnt Linda Bawotong-Bohang.
Dalam renungan singkat yang dibawakan
oleh Bawotong-Bohang yang termabil dari Zefanya 3:14-20 dan Lukas 3:1-6,
disebutkan bahwa Yohanes adalah nabi yang diutus mendahului Tuhan Yesus untuk meletakkan
dasar sebagai persiapan kedatangan Yesus itu sendiri. Seruan Yohanes kepada
umat Israel agar mereka segera meninggalkan dosa dan bertobat yang ditindaklanjuti
dengan tanda baptisan. Nabi Zafanya sebelumnya sudah menubuatkan bahwa Raja
Israel yani Tuhan, akan menebas malapetaka dan kebinasaan, dan Tuhan Yesus
sendiri yang menaklukkan dosa dan memberi kemenangan kepada umatNya. Kemenangan
yang dibawa Yesus ketika Dia lahir, telah disalahartikan oleh umat Israel yang
sementara dijajah Romawi saat itu. Istilah pahlawan dalam nubuatan Zefanya juga
diartikan lain oleh umat Israel yang mendambakan kedatangan Juruselamat. Padahal
dalam ayat ini selanjutnya dikatakan bahwa Ia membaharui engkau dalam kasihNya.
Dalam ayat ini cara Allah menolong umatNya sudah dinyatakan yakni dengan
pekerjaan kasih dan tidak dengan cara kekerasan dan peperangan.
Yesus tidak membawa kemenangan dari
penjajahan bangsa Roma, tetapi jaubh lebih besar dan mulia yakni kemenangan
atas maut dan kebebasan atas kebinasaan. Itu lebih penting daripada segala
kemenangan yang ada di muka bumi ini. Kabar kedatangan Juruselamat telah
dinubuatkan pada nabi dan bangsa Israel terus menunggu sekian lama, dimana
penngharapan mereka telah ditaruh pada Sang Juruselamat yang nantinya akan
memberikan pembebasan atas penderitaan dan kesusahan yang mereka alami dan
menggantikan duka mereka dengan sukacita yang meluap-luap.
Dengan demikian Yohanes yang datang
lebih dahulu, memberitakan tentang persiapan kedatangan Juru Selamat yang
mereka tunggu-tunggu. Bukan menyiapkan karpet yang mahal sebagai jalan bagi
Sang Raja untuk lewat, melainkan. Juga bukan membangun istana megah lengkap
denga singgasananya untuk Dia bertahta. Dan bukan meyiapkan upeti berupa emas
perak sebagai persembahan bagi Dia. Tetapi yang paling penting untuk disiapkan
adalah hati yang bertobat sebagai tempat bagi Dia lahir dan bertahta. Pertobatan
di sini adalah perubahan pikiran dan sikap yang tidak menyangkut emosi semata,
tetapi yang meliputi perubahan cara berpikir dan perilaku sebelumnya.
Wakil Ketua BPMJ GMIM Mahanaim, Pnt
Yan Sakati,S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hidup dalam terang, juga
dinasihatkan Paulus melalui Kitab Roma, dimana pemborosan dan kemewahan harus
dihindari, agar tidak terjebak dalam perbuatan kegelapan.
Ketua Komisi Remaja Jemaat
GMIM Mahanaim, Pnt Marnix Sony Salindeho, menyampaikan ucapan terima kasih atas
kesuksesan penyelenggaraan perayaan natal dimaksud. Ia berharap agar melalui
perayaan Natal Komisi Remaja Jemaat GMIM Mahanaim ini memapu mengokohkan iman
jemaat, khususnya remaja untuk menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua
kali. (BV04)

