BitungVoice - Menindaklanjuti
hasil Rapat Dengar Pendapat dengan pedagang pasar Winenet yang mengeluhkan
bahwa banyak pedagang yang berjualan di Rumija (Ruang Milik Jalan) beberapa
waktu lalu, Komisi B DPRD Kota Bitung melaksanakan monitoring dengan langsung
turun ke pasar Winenet, Senin 24 Nov 2014 pada pukul 10.00 Wita.
| Ketua Komisi B, Anthonius Supit,ST saat sidak pasar Winenet |
Keluhan para pedagang itu sendiri
(akibat berjualannya pedagang lain pada rumija-Red), mengakibatkan kerugian bagi pedagang, terlebih yang berjualan
di bagian dalam lokasi pasar itu sendiri.
Komisi B sendiri menemui banyak
permasalahan dalam lokasi Pasar Winenet, tempat berjualan milik pemerintah ternyata
sudah penuh, sedangkan yang milik swasta justru masih banyak yang kosong. Para pedagang
sendiri enggan untuk berjualan pada kios milik swasta dengan alasan biaya sewa
tempat yang begitu mahal.
| Komisi saat bersosialisasi dengan pedagang Pasar Winenet |
Selain itu, masih ada masalah kesemrawutan
lalu lintas pasar yang memang belum didukung oleh rambu-rambu lalu lintas yang
tepat, sehingga menyulitkan para pengendara mengetahui jalur-jalur yang bisa
atau tidak bisa dilalui.
Belum lagi tidak adanya batas pada tempat parkir,
sehingga pengendara masih melakukan parkir kendaraan dengan sembarangan. Kondisi
ini kemudian diperparah dengan masih banyaknya pedagang yang berjualan dengan
mobil di lokasi Rumija.
Aksi turun lapangan itu dikomndani
langsung oleh oleh Anthonius Supit,ST, Juliwati Dewi Suawa, Erwin Wurangian,
Stenly Pangalila, Faizal Zulkarnain, Julitje
Maringka,SE, Jantje Lambey, dan Tonny Yunus. Aksi turun dan memantau
langsung ke lokasi pasar ini, diberi
apresiasi positif dan tinggi oleh para pedagang Pasar Winenet.
“Terima kasih karena
bapak-bapak dan ibu-ibu bersedia menyaksikan langsung seperti apa kondisi yang
dialami kami para pedagang yang juga merupakan warga Kota Bitung. Kami harap ini
bukan terakhir kalinya para legislator mau melihat kondisi para pedagang di
lapangan secara langsung,” ungkap pedagang. (BV02)