BitungVoice - Salah satu
kebanggaan bagi masyarakat Kota Bitung adalah dibangunnya sebuah sekolah dengan
nama program pembangunan pendidikan satu atap (P2Satap) SD-SMP di Kelurahan
Tanjung Merah. Program ini merupakan bantuan Pemerintah Australia (Aus-AID)
kepada masing-masing provinsi yang terwakili oleh beberapa sekolah pada
masing-masing kabupaten/kota.
![]() |
| Papan nama proyek P2Satap SD Tanjung Merah tanpa nilai pekerjaan (KM) |
Di Sulut sendiri,
hanya ada 4 sekolah yang mendapat bantuan ini dari total 10 SD yang memasukkan
usulan, yakni 2 SD di Sangir, 1 SD di Dumoga dan 1 SD di Kota Bitung yakni SD
Inpres 7/68 Tanjung Merah. Acungan jempol patut diberikan bagi donatur maupun
pelaksana karena bersepakat untuk melakukan pekerjaan dengan tipe fondasi yang
anti gempa.
Dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, selain disesuaikan dengan RAB yang ada, juga disesuaikan dengan
arahan pemerintah pusat melalui Dispora Kota Bitung yang dibawahi Subdin
Dikdas. Seperti yang diungkapkan oleh Kepsek SD Inpres 7/68 Tanjung Merah,
Rohde R.D.Kondoy,S.Pd, kepada wartawan, Senin (20/10).
Selain itu, sesuai
dengan tipe konstruksi yang sudah ditetapkan, tambahnya, diperkirakan akan
dibangun lanjut lagi bangunan atas pada konstruksi dimaksud, baik itu untuk RKB
maupun laboratorium dan perpustakaan. "Kalau sudah selesai dibangun, pasti
akan ada lagi lanjutannya seperti laboratorium atau RKB atau juga perpustakaan.
Karena yang dibangun saat ini baru bangunan satu lantai saja.
Sementara itu, dari
konsultan pengawas PT Reka Spasia Indonesia, Herman, menjelaskan bahwa dalam
pekerjaan ini ada pergantian material yang tidak sesuai dengan SPek atau RAB.
Namun, masalah ini sudah dikonsultasikan langsung dengan pihak Kementerian
Pendidikan Nasional dengan sepengetahuan Dikpora Kota Bitung maupun Subdin
Dikdas. Bahkan, pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan pihak
Pemerintah Australia yang sering berada di lokasi proyek selang 2 minggu sekali.
Baik Kondoy maupun
Herman berharap dengan adanya klarifikasi ini bisa memberikan kejelasan
informasi kepada masyarakat bahwa pekerjaan ini sesuai dengan panduan dan
arahan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan
Nasional. (BV02)
