BitungVoice – Puluhan
warga dari dua kelurahan yakni Bitung Tengah dan Pakadoodan, Kecamatan Maesa,
mempertanyakan hasil kerjasama PNPM Mandiri dengan pelatihan mengemudi.
Pasalnya, beberapa waktu lalu, PNPM
pada kedua kelurahan dimaksud diganti dengan pelatihan mengemudi serta
dijanjikan akan mengantongi SIM. Sayangnya, sudah hampir setahun ini, puluhan
warga Kecamatan Maesa itu ternyata masih belum mengantongi SIM dimaksud.
![]() |
| Ilustrasi |
Dalam pengakuan warga, uang sebesar Rp
900 ribu/orang sudah disetor sebagai tanda jadi, dan siap menerima SIM setelah
dilakukan ujian mengemudi. Uang dimaksud, disetorkan di Kantor Kelurahan
Pakadoodan dan disaksikan oleh Lurah Pakadoodan. Namun setelah menyetor uang
dan melakukan ujian, ternyata SIM yang dijanjikan tak kunjung diterima.
Menanggapi kondisi warga ini, LSM
Pulau Daratan Bersatu, Darma Baginda, mengatakan pihak PNPM yang mengkoordinir
pelatihan dimaksud, Mira Robot, diharuskan bertanggung jawab atas kondisi ini.
Menurutnya, harus ada transparansi tentang kerjasama yang dibangun antara PNPM
dengan pihak kursus/sekolah mengemudi. “Sehingga, masyarakat kecil juga bisa
tahu tentang sejumlah dana yang sudah disetorkan itu, apakah benar dipergunakan
untuk kepengurusan SIM ataukah bagaimana. Mereka harus jelas dalam hal ini,”
tegasnya.
Selain merugikan masyarakat, terangnya, kondisi seperti ini jutsru memberikan image buruk kepada PNPM itu sendiri. Untuk itu, ia meminta pihak PNPM yang bersangkutan dengan masalah ini harus segera menuntaskannya. (Tim)
