BitungVoice - Setelah
mengadakan penelitian di Lapas Bitung tentang jumlah pelaku kriminal berusia
remaja 12-18 tahun, Badan Musyawarah Pemuda Remaja Gereja (BMPRG) Kota Bitung
menemukan data Tahun 2012-2013 sejumlah 12 remaja, namun terhitung Juli 2014
data pelaku kriminal usia remaja sudah menurun menjadi sebanyak 10 remaja.
Latar belakang meningkatnya kekerasan
oleh remaja ini ialah pengaruh pergaulan. Sementara kasus dominan yang sering
dilakoni oleh remaja selama tiga tahun terakhir adalah percabulan anak di bawah
umur. Informasi tersebut Kemudian menjadi perbincangan serius BMPRG dengan
Pemkot Bitung dalam hal ini Kadisdikpora Bitung, Ferdinand Tangkudung, Rabu (6/8).
Ketua BMPRG Bitung, Pnt. Michael R.
Jacobus, SH,MH, menambahkan data-data tersebut belum termasuk perilaku
menyimpang lainnya seperti kecanduan ehabon, homoseksual, miras, narkoba dan
lain-lain.
“Meskipun angka pelaku tindak pidana
berusia remaja berjumlah 12 orang, namun karena trendnya meningkat tahun 2014,
maka menurut kami harus diseriusi. Karena data itu belum termasuk data remaja
seks bebas yang tidak terdeteksi atau remaja pecandu ehabon, homoseks, dan
lain-lain,” tegasnya.
Jacobus juga menambahkan, BMPRG
memandang kondisi ini harus disikapi dengan serius agar remaja sebagai pewaris
masa depan Bangsa tidak kehilangan standar hidup yang benar dan tidak hidup
dengan moralitas yang rendah.
“Menseriusi pergumulan remaja yang
dominan ialah siswa-siswa SMP/SMA/SMK, maka BMPRG membentuk wadah pelayanan
yang diberi nama Student For Christ Ministery. Dimana wadah ini diharapkan
dapat menopang pembinaan rohani, karakter, intelektualitas dan kreativitas
pelajar khususnya SMP, SMA/SMK secara bersama-sama dengan guru agama Kristen
dan wadah pelayanan yang sudah ada,” terangnya.
Selain itu, Jacobus juga berkesempatan
untuk memperkenalkan kepengurusan Student For Christ yang diketuai Feralina
Lahiwu, dan didampingi oleh Trey Berhimpong selaku sekretaris.
Tangkudung menanggapi positif ide
tersebut, bahkan berterimakasih jika Pendidikan karakter pelajar ternyata turut
mendapat dukungan dari BMPRG. Tangkudung mengharapkan kerjasama BMPRG dan
Student For Christ Ministry untuk mempersiapkan generasi masa depan yang
bermoral, cerdas dan kreatif.
“Pemerintah kota Bitung sangat
mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh BMPRG, kedepannya untuk Kurikulum
baru nanti akan lebih fokus pada pembangunan karakter dan memang Sudah
seharusnya Pendidikan karakter ini bukan hanya menjadi tugas lembaga
Pendidikan, melainkan tugas kita bersama. Kami siap memberikan rekomendasi
kepada Student For Christ Ministery untuk melaksanakan pelayanannya. Dan
silahkan Student For Christ membuat permohonan dan gambaran aktivitasnya,” pungkasnya.
(BV02)