BitungVoice – Sempat diberitakan
beberapa waktu lalu bahwa Kota Bitung bakalan memiliki dua pembangkit listrik
yakni tenaga panas bumi dan tenaga listrik. Untuk pembangkit listrik tenaga
panas bumi berlokasi di Batu Putih, Kecamatan Ranowulu, sedangkan pembangkit listrik
tenaga surya berlokasi di Pulau Lembeh.
Kepala Dinas Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Bitung, Herry Benjamin,SH, dalam
konfirmasinya kepada wartawan, membenarkan bahwa Bitung bakalan mendapatkan
kedua pembangkit listrik itu.
Dari sisi panas bumi
yang dihasilkan, terangnya, lokasi TWA Tangkoko ini merupakan daerah penghasil
panas bumi terbesar dan tertinggi suhunya di seantero Asia Tenggara. Tentu
saja, panas bumi yang dihasilkan ini jika dikelola dengan baik, maka
diperkirakan mampu menjamin ketersediaan/suplay tenaga listrik ke beberapa
daerah sekaligus.
Namun, masih ada
kendala yang ditemui untuk memiliki kedua pembangkit dimaksud. Untuk pembangkit
listrik di Batu Putih saja, masih harus ada koordinasi lintas kementerian untuk
realisasinya. Seperti koordinasi antara Kementerian Energi dan SDM dengan
Kementerian Kehutanan. Disebabkan lokasi panas bumi yang akan dikelola ini
bertepatan dalam areal Taman Wisata Alam (TWA) Tangkoko Batu Putih. Terlebih,
TWA Tangkoko juga masuk dalam daftar paru-paru dunia yang ada di Indonesia,
otomatis butuh kajian yang lebih mendetail dan terperinci oleh kedua departemen
terkait, khususnya dampak bagi lingkungan atas kehadiran pembangkit tenaga
geothermal (PLTG) itu.
Sedangkan kendala
lain yang ditemui untuk pembangkit listrik tenaga surya yang direncanakan di
Pulau Lembeh, terangnya, juga masih mengalami kendala. Kendala utama yang
dialami adalah tidak adanya penampung dan penyalur tenaga listrik yang
dihasilkan, ke rumah-rumah warga.
Dari sisi ketersediaan
lahan, tegas Benjamin, Pemkot Bitung sudah memiliki lahan yang memadai untuk
program dimaksud. Sementara dari sisi finansial, bantuan APBN itu hanya diimbangi
Pemkot Bitung seperti Visibility Study. Lebih jauh benjamin berharap ada
kemudahan yang bisa dicapai, sehingga kedua program dimaksud mampu terealisasi
dan memenuhi kebutuhan warga Kota Bitung. (BV01)
