BitungVoice – Ada kisah
sedih yang ditinggalkan acara pelantikan anggota DPRD Kota Bitung periode
2014-2019, Senin (11/8) kemarin. Beberapa kendaraan roda empat yang diparkir di
depan Rumah Dinas Angkatan Laut, didepan lokasi Kantor DPRD Kota Bitung,
dicabut dan dikempesi bannya.
Salah satu diantaranya adalah
kendaraan dinas milik Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong), tepatnya dari
Sekretariat DPRD Bolmong). Keempat bannya dikempesi oleh anggota Marinir, serta
ada juga ban yang dicopot dan disimpan di pos jaga Marinir.
Parman Ginano, salah satu staf dari
Sekretariat DPRD Bolmong menyatakan pihaknya tak tahu kalau lokasi kendaraan
dinas tersebut diparkir, ternyata mengahalangi akses jalan masuk ke rumah dinas
dimaksud. “Kami tidak tahu, kalau memang di depan sini (rumah dinas marinir-Red) dilarang parkir. Karena, saat kami
parkir untuk mengikuti acara taadi pagi, tidak diberikan instruksi apa-apa oleh
petugas yang berjaga di lokasi,” katanya.
Menurutnya, kejadian pengemnpesan dan
pencopotan ban kendaraan ini akan menjadi pelajaran bagi pihaknya untuk tidak
lagi memarkir kendaraan di depan akses/jalan masuk.
Sementara itu, Komandan Batalyon
Marinir Bitung, Mayor (Mar) Bakti D.P,SE, saat dikonfirmasi wartawan di ruang
kerjanya, menyatakan pihaknya sudah mengalami kondisi parkir dan menghalangi
akses masuk keluar ini. “Ini bukan pertama kalinya kami dihalangi seperti ini.
Dengan pendekatan sopan santun dan etika saja. Apakah boleh memarkir kendaraan
tepat di depan pintu masuk keluar sebuah rumah? Yang lebih dibuat jengkel, saat
mereka memarkir kendaraannya, hand remnya juga ditarik. Kalau tidak menggunakan
hand rem, khan bisa kami geser sedikit, sehingga kami bisa melakukan akses
masuk keluar rumah dinas,” jelasnya.
Atas kondisi ini, akunya, Bupati
Bolmong sendiri sudah melakukan kontak dengan dirinya melalui sambungan
handphone. Bahkan Bupatui Bolmong meminta maaf atas kondisi yang tidak
mengenakkan itu. “Beliau sudah hubungi saya. Beliau meminta maaf atas kondisi
itu. Beliau juga meminta bantuan agar anak buahnya dipermudah hingga bisa
kembali secepatnya dan melaksanakan tugasnya. Hanya saya tegaskan kepada beliau
bahwa saya harus memberi sedikit pelajaran kepada mereka yang parkir tepat di
depan rumah dinas milik Angkatan Laut,” tegasnya.
Menurutnya, pelajaran yang diberikan
pihaknya itu dimaksudkan agar warga juga menjadi tertib. Salah satu contoh
konkrit adalah tidak diperbolehkannya warga memutar kendaraan tepat di depan
pintu keluar Markas Yonhan mar, yang tepat berada di depan kantor Walikota
Bitung. Sanksi yang diterapkan pihaknya yakni mengangkat kaki sebelah sambil
menghormati bendera Merah putih. Alhasil, pada titik itu sudah tidak ada lagi
warga yang nekat memutar kendaraan
bermotornya.
