BitungVoice - Bos Formula Satu
Bernie Ecclestone menawarkan membayar 100 juta dolar Amerika atau Rp 1,1
triliun agar tidak dibawa ke sidang pengadilan tuduhan menyuap. Hal ini
disampaikan Pengadilan Distrik Munich, Jerman, kemarin. Jaksa penuntut umum
mengatakan akan menerima tawaran itu.
![]() |
| Bernie Ecclestone |
Hakim Peter Noll
menanyai Ecclestone apakah ia dapat membayar 100 dolar Amerika dalam seminggu.
Pengacara Ecclestone, Sven Thomas, menjawab “dapat memenuhi” permintaan itu.
Ecclestone, 83 tahun,
dimejahijaukan di Pengadilan Munich, April lalu dengan tuduhan menyuap mantan
bankir Jerman sebagai bagian dalam penjualan saham bisnis balap mobil Formula
Satu, delapan tahun silan.
Jaksa menyatakan usia
Ecclestone yang sudah lanjut dan keadaan lainnya membuat mereka harus mendukung
cara penyelesaian perkara tersebut.
Hartawan Inggris itu
dapat menghadapi 10 tahun penjara dan menyerahkan kontrol atas bisnis yang
telah dia bangun selama empat dekade jika terbukti bersalah. Berdasarkan aturan
di Jerman, hakim, jaksa, dan pengacara dapat menghentikan suatu perkara dengan
hukuman ringan, tapi kondisi-kondisi untuk tercapainya persetujuan itu
didefinisikan secara ketat.
Seorang juru bicara
Pengadilan Munich, Andrea Titz, menyatakan bahwa penyelesaian ini tidak berarti
ada pengakuan bersalah. "Dengan tipe penyelesaian perkara seperti ini
tidak ada putusan bersalah atau tidak ada terdakwa. Ia tidak dibebaskan atau dihukum.
Ini cara mengakhiri perkara dengan cara khusus yang secara teori dapat
digunakan untuk semua kasus,” Titz menjelaskan.
Titz mengatakan bahwa
pengacara Ecclestone dan jaksa telah melakukan serangkaian diskusi untuk
mengeksplorasi apakah pengadilan dapat dihentikan dengan satu penyelesaian.
"Diskusi ini menghasilkan satu usulan, yang telah diajukan ke pengadilan
hari ini," katanya. "Pengadilan kemudian harus memutuskan apakah
dapat menerima usulan ini karena pengadilan yang harus memutuskan apakah usulan
tersebut bisa diterapkan untuk mengakhiri kasus ini."
Ecclestone dituduh
menyalurkan 44 juta dolar AS atau Rp 514 miliar kepada bankir BayernLB, Gerhard
Gribkowsky, untuk memudahkan penjualan saham utama bisnis oleh bank untuk dana
ekuitas swasta CVC yang menjadi pemegang saham terbesar pada Formula Satu pada
2006.
Ecclestone terlihat
gugup ketika memasuki ruang pengadilan, Selasa, kala kilatan lampu kamera
menerpanya. Ia didampingi pengacaranya, Thomas dan Norbert Scharf. Sementara
istrinya, Fabiana Flosi, duduk di kursi pengunjung Pengadilan Munich. (*/tempo.co)
